Konsultasi

Tanya:

Nama saya Melati (nama samaran). Saya seorang Ibu rumah tangga yang telah menikah sekitar 1 tahun 6 bulan. Pernikahan saya dan suami ini adalah perkawinan yang dijodohkan oleh orangtua. Saya sebenarnya tidak mencintai suami saya sekarang, namun sebagai anak yang patuh terhadap orangtua, akhirnya saya menerima pernikahan ini. Pernikahan kami dilakukan secara sederhana dan hanya dhadiri oleh keluarga inti saya dan keluarga inti suami. Tidak ada pemberkatan di Gereja maupun dari Catatan Sipil.
Tiga minggu setelah menikah kakak Ipar saya mengatakan kepada saya bahwa mereka hanya membutuhkan anak yang saya lahirkan. Setelah anak itu lahir, maka saya akan dicampakkan dan tidak berguna lagi. Sejak saat itu saya selalu mendapatkan kekerasan dari suami dan juga kakak ipar saya. Suami saya lebih percaya dengan omongan kakaknya ketimbang mendengarkan saya sebagai istrinya. Saya juga tidak mengetahui dengan pasti mengapa kakak ipar saya itu sebegitu bencinya kepada saya. Semua pekerjaan apapun yang saya lakukan menurut kakak ipar saya tidak pernah baik dan sesuai dengan yang seharusnya. Dia selalu mengadu kepada suami saya apabila suami saya pulang dari kerja dengan mengatakan bahwa saya sebagai istri tidak becus dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai istri, tidak tahu memasak dan tidak bisa mengerjakan apapun pekerjaan di rumah tangga. Pengaduan ini yang kemudian membuat suami saya marah dan tak jarang saya dipukul dan dimakinya. Pernah juga saya dipukul dan wajah saya ditinju oleh kakak ipar yang mengakibatkan keluar darah dari mulut saya, mata saya lebam dan sempat tidak sadarkan diri. Peristiwa ini terus menerus berlangsung hingga menjelang saya melahirkan anak.
Setelah saya melahirkan anak laki-laki melalui operasi, hingga saat ini saya tidak diperbolehkan kakak ipar untuk melihat anak yang saya lahirkan. Bahkan untuk menggendong dan menyusuinya saja saya tidak diperbolehkan. Sebagai informasi sampai saat ini kami masih tinggal satu atap dengan kakak Ipar saya. Saya sudah pernah membicarakan kepada suami agar kami pisah rumah. Namun suami tidak setuju karena penghasilannya belum cukup kalau harus pindah dari rumah kakak ipar.
Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya bisa memperoleh kembali anak saya? Saya yang saat ini sedang dirundung kesedihan.

Jawab:
Kami mengerti dengan penderitaan yang Ibu melati alami saat ini.Sebuah pernikahan sebaiknya dilaksanakan untuk mengikat laki-laki dan perempuan yang saling mencintai dalam suatu pernikahan yang sakral yang disahkan secara agama dan yang terpenting diakui oleh Negara. Apabila Ibu tidak memiliki surat dari ke-2 lembaga tersebut, maka Ibu bisa meminta surat keterangan kepada Kepala Desa tempat pelaksanaan pernikahan itu dilaksanakan yang menerangkan bahwa Ibu dan suami memang telah melaksanakan pernikahan. Meskipun surat ini tidak memiliki kekuatan hukum yang kuat, namun ini bisa sebagai bukti di Kepolisian yang menunjukkan bahwa Ibu dan suami memang telah resmi menjadi suami istri.
Dalam kasus ini, Ibu telah mengalami Kekerasan Dalam Rumah yakni Fisik, Psikis dengan pelakunya suami dan kakak ipar Ibu. Tindakan yang harus segera Ibu lakukan adalah segera berobat ke PUSKESMAS/Rumah sakit agar ibu ditangani secara medis. Kemudian, sebelumnya segeralah minta untuk divisum bekas pemukulan/ akibat tindakan fisik agar tidak sempat hilang, untuk kemudian melaporkan kepada pihak yang berwajib mengenai peristiwa KDRT yang Ibu alami.
Jangan lupa membawa identitas KTP saat melapor kepada pihak yang berwajib. Ibu bisa juga mendatangi LSM/lembaga sosial lainnya yang bisa memberikan konseling dan mendampingi Ibu untuk melapor kepada aparat penegak hukum.
Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga ini bisa membantu Ibu untuk memperjuangkan hak Ibu sebagai Perempuan (BP)

Foto Februari..14

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: