Pertanian Organik Melalui Kebun Keluarga

Kebijakan pemerintah di era tahun 1970an untuk meningkatkan kebutuhan pangan di Indonesia, memaksa petani kita menerapkan tekonologi pertanian modern. Di awal program ini kelihatan berhasil meningkatkan produksi pertanian secara cepat sehingga banyak petani kita beralih ke tekonologi pertanian modern atau sering disebut pertanian kovensional. Selain itu pemerintah juga memberikan fasilitas-fasilitas antara lain dalam bentuk penyediaan benih, pupuk kimia, pestisida, dan kredit. Program pemerintah juga didukung oleh dunia industri dan para peneliti/pakar/akademisi.
Namun tanpa disadari ini semakin memojokkan petani dalam posisi yang tidak berdaya dalam menentukan masa depannya. Petani menjadi ketergantungan dengan pemerintah dalam penentuan harga, bibit, dan pupuk. Bukan hanya itu saja dampak buruk terhadap lahan pertanian kini menghantui para petani kita. Pemakaian pupuk dan pestisida kimia secara berlebih tanpa adanya batasan dari pemerintah mengakibatkan kondisi tanah semakin tandus. Dan tanpa disadari ini memberikan dampak buruk juga bagi kesehatan petani khususnya perempuan.
Apa yang harus dilakukan??? Ini bukan hal yang mudah untuk menjawabnya, perlu penyadaran dan pemahaman bagi petani kita.

Membangun kesadaran keluarga
Kegiatan yang dilakukan PESADA saat ini memberikan penyadaran bagi kelompok dampingan melalui kebun keluarga. Di mana sebagian besar kelompok dampingan adalah petani, PESADA merasa ikut perihatin dengan kondisi ini. Program ini mulai sejak Juni 2012 pendampingan “Pertanian Organik Melalui Kebun Keluarga”. Fokus pendampingan saat ini ada di Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Dairi. Kelompok kebun keluarga beranggotakan 20 orang setiap kelompok.
Penyadaran yang dilakukan diawali dengan penjelasan dan pemahaman dampak penggunaan pupuk kimia secara terus menerus terhadap lingkungan maupun kesehatan. Kelompok diajak secara berlahan beralih dari petani konvensional ke petani organik. Dimulai dari lahan yang kecil dengan pemanfaatan lahan disekitar pekarangan rumah agar lebih mudah dikerjakan dan melibatkan anggota keluarga ; bapak/ibu, anak-anak, dan anggota keluarga lain yang tinggal serumah.

Keterlibatan anggota  keluarga ketika menyiapkan  lahan pekarangan

Keterlibatan anggota keluarga ketika menyiapkan lahan pekarangan

Pembuatan Kompos
Untuk mendukung pertanian organik ini tentu diperlukan ketersedian pupuk dan pestisida organik. PESADA memberikan pelatihan bagi kelompok dalam hal pembuatan pupuk dan pestisida organik. Bahan-bahan yang digunakan memanfaatkan apa yang ada disekitar desa. Pembuatan pupuk dan pestisida secara rutin tiap bulan dilakukan agar kapan saja dibutuhkan petani, persediaan selalu ada. Hal ini untuk menghindari agar petani tidak beralih menggunakan pupuk dan pestisida kimia.

Pembuatan Kompos

Pembuatan Kompos

 

Pembuatan kompos memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar desa (tongkol jagung, jerami, sekam padi, kotoran ternak, rumput/semak belukar). Merubah karakter petani yang selama ini serba instan, pola cepat menghasilkan diperlukan kesabaran dan motivasi scara terus menerus. Beralih kepertanian organik sangat diperlukan peran pendamping dan pengurus kelompok kebun keluarga menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Berlahan-lahan kegiatan ini telah memberikan dampak positip bagi sebagian kelompok dan telah menunjukan hasil. Lahan yang sempit bisa berguna dan menghasilkan pangan keluarga yang sehat bebas dari kimia.

Panen perdana hasil kebun keluarga  sayuran organik

Panen perdana hasil kebun keluarga sayuran organik

 

Perubahan untuk keberlanjutan
Apa yang saat ini sedang dilakukan anggota kebun keluarga dampingan PESADA, dapat memberikan perubahan bagi kehidupan yang berkelanjutan. Berlahan-lahan masyarakat akan semakin banyak beralih ke pertanian organik. Hasil dari pertanian organik akan menjadi Organik EMAS (Enak, Mudah, Aman dan Sehat). Mari kita lakukan bersama untuk Lindungi Bumi ! Lindungi Lahan Pertanian ! Lindungi Tubuh, Hidup Lebih Sehat Dengan Organik, Mulai sekarang…! (MP)

Explore posts in the same categories: Seputar Perempuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: