Manajemen/ Info PESADA

Kunjungan Advisor PERMAMPU ke PESADA

Perempuan Sumatera Mampu (PERMAMPU) adalah sebuah konsorsium 8 NGO Perempuan di Sumatra, dimana konsorsium ini mempercayakan Perkumpulan Sada Ahmo (PESADA) sebagai host organisasinya.

Pada tanggal 4 September 2014 bertempat di kantor PESADA Medan, PESADA dikunjungi oleh 2 Advisor MAMPU & 1 staff DFAT untuk sharing dan berdiskusi sejauh mana hasil penelitian yang dilakukan dengan isu Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) yang merupakan salah satu issu Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas yang menjadi fokus program PERMAMPU. Program tersebut yang akan mulai tahap implementasi di tahun 2015.

 

Penelitian & Strategi PERMAMPU

Beberapa poin isil diskusi dalam kunjungan advisor PERMAMPU bersama dengan PESADA adalah:

1. Penelitian Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) untuk SUMUT dilaksanakan di Kabupaten Dairi dan Pulau Nias

a. Penelitian dilaksanakan di dua kabupaten Dairi desa Rante Besi kec.Tigalingga, Buluh Ujung Kec. Sumbul dan Nias desa Gido dan Sisarahili 2 Mandrehe, menggali informasi soal KTD akar masalahnya.

  • Informasi diperoleh melalui tokoh adat, agama, dukun beranak, bidan desa, dan instansi pemerintah Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit.
  • Terjadinya KTD akibat minim informasi soal seksualitas, kesehatan reproduksi, prasarana kesehatan dan factor ekonomi dalam mengakses alat alat reproduksi.
  • Akibat minim akses tersebut banyak perempuan melakukan tindakan sendiri dengan aborsi tidak aman, misalnya menggunakan media lain atau konsultasi ke dukun beranak

b. Masukan tentang strategi PERMAMPU ke depan sehubungan dengan pemenuhan hak kesehatan reproduksi dan seksualisan.

  • Diharapkan setiap mitra memilih kebijakan sebagai kerangka kerja, yang harus diperjuangkan secara bersama-sama/intervensi bersama.
  • Strategi MAMPU adalah merubah kebijakan dan pola pikir Negara soal kesehatan reproduksi, dengan melibatkan multistake holder (agama, adat dan pemerintah).
  • Sebagai pintu masuk untuk program ini, PERMAMPU menggunakan salah satu kebijakan yang dianggap relevan untuk melakukan advokasi pemenuhan kebijakan tersebut, yaitu Peraturan Pemerintah No.61 tahun 2014.

Outcome realistis

Untuk outcome diharapkan membuatnya dengan sederhana, masuk akal dan akan bisa dicapai, seperti :

  • Pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Perempuan mempunyai cukup informasi dan mudah di akses.
  • Asuransi menutupi biaya untuk pengobatan kanker payudara, kanker leher rahim, papsmer/Iva, juga untuk transportasi periksa kesehatan, ketersediaan alat kontrasepsi dll.
  • Pemahaman alat kontrasepsi perspektif kesehatan, seksualitas, menopause.

Pentingnya Jaringan

Dalam diskusi tersebut juga, Advisor memberikan gambaran pentingnya sebuah Jaringan Perempuan Peduli Kesehatan dan bagaimana jaringan tersebut bekerja, seperti :

  • Pentingnya diskusi prespektif perempuan dalam kesehatan dan seksualitas.
  • Kegiatan monitoring pelayanan kesehatan, sejauhmana kebijakan peduli kesehatan perempuan semacam advokasi bersama, melalui survey sederhana tentang pelayanan kesehatan untuk perempuan dan setelah 6 bulan kemudian survey akan dilakukan untuk melihat apakah ada perbaikan atau tidak.
  • Tentang penelitian yang sederhana untuk test pelayanan public tentang prespektif perempuan.

Diskusi ini penting bagi PESADA dan juga PERMAMPU untuk dapat memperjelas arah program. Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan memang harus diperjuangkan…Terimakasih (DS)

Iklan
Explore posts in the same categories: Info Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: