Konsultasi

Tanya:

Saya Seorang Perempuan berumur 34 tahun, dan telah mempunyai 3 orang anak. Sejak kelahiran anak pertama suami mulai kasar dan sering menganiaya. Hanya karena hal-hal kecil seperti anak menangis, tidak punya uang dsb, kesalahan sekecil apapun suami langsung memukul.

Sehari-hari saya berjualan sayur dan cabai. Hasilnya suamilah yang menerima, saya hanya diberikan sekedar untuk kebutuhan rumah tangga. Prilaku kasar suami semakin menjadi setelah mempunyai hubungan dengan perempuan lain. Suami bahkan tidak mengijinkan saya tidur dikamar dan selalu mengunci kamar.

Pada 22 Oktober 2014 saya membaca SMS dari HP suami yang isinya menyuruh agar menganiaya, meminta uang bahkan menulis kata-kata matikan saja istrimu itu, karena takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan saya pergi dari rumah dan menumpang tidur dirumah tetangga. Keesokan harinya sekitar pukul 07.30 Wib suami datang dan meminta saya pulang, saya tidak mau dan mengatakan “aku gak mau pulang, nanti kau bunuh pulak aku”. Mendengar itu suami emosi dan menarik saya keluar, kemudian mengambil kayu dan memukul saya namun saya tangkis dan kayu mengenai tangan saya. Suami terus membabi buta dan terus memukuli saya, saya didorong dan saat saya terjatuh ke tanah suami kembali memukul saya dengan kayu broti dibagian kepala dan akibat dari pukulan itu saya mengalami luka koyak lebar dan dalam dibagian kepala. Ada beberapa tetangga yang melihat tapi mereka hanya diam saja. Setelah puas menganiaya saya suami berjalan pulang sambil berteriak dan mengatakan kepada tetangga agar jangan mau percaya pada saya bahwa saya hanya bersandiwara dan mempunyai banyak hutang. Dan saya mohon bantuan dari ibu tentang masalah Rumah tangga saya ini.

 Jawab:

Untuk Ibu M di Medan, kami cukup prihatin mendengar permasalahan yang ibu hadapi saat ini. Perlakuan yang ibu alami dari suami ibu selama bertahun-tahun disebut dengan Kekerasan Dalam rumah Tangga/KDRT. DI dalamnya termasuk kekerasan secara Fisik maupun Psikis. Dikarenakan kekerasan yang ibu alami sudah sampai ke titik yang sangat memperihatinkan dan membahayakan, kami sarankan agar ibu melaporkan suami ibu ke polsek yang terdekat. Hal tersebut juga untuk pembelajaran kepada suami ibu yang sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Perlu kami sampaikan, bahwa Negara sangat melindungi hak-hak perempuan, salah satunya adalah UU nomor 23 tahun 2004 tentng Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), dimana ancaman hukuman bagi pelaku kekerasan dalam rumah tangga diatas lima tahun dan denda sampai dengan 45 juta rupiah. Sementara untuk kasus yang ibu alami saat ini adalah kekerasan Fisik (pasal 44) dan bila dilaporkan dan diproses sampai ke Persidangan maka ancaman hukuman untuk suami ibu dipidana antara 5 – 10 tahun atau denda 15 – 45 juta rupiah.

Ada empat jenis kekerasan dalam rumah tangga yang tercantum pada UU PKDRT tersebut, yaitu kekerasan Fisik (artinya perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit atau luka berat), kekerasan Psikis (artinya perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, tidak percaya diri), kekerasan Seksual (artinya pemaksaan hubungan seksual) dan Penelantaran Ekonomi (artinya menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangga secara ekonomi/membatasi, melarang untuk bekerja)

Yang perlu ibu siapkan dan bawa ketika Ibu melaporkan perbuatan suami ke Polisi adalah KTP, KK, Buku Nikah atau Surat Kawin dari Catatan Sipil. Biasanya setelah melapor dengan surat pengantar dari Kepolisian, ibu dirujuk untuk dilakukan visum ke rumah sakit tersekat, dan nantinya Juru Periksa (Juper) meminta ibu untuk membawa saksi.

Hal lain yang bisa ibu lakukan yaitu dengan melapor ke Kepala Lingkungan setempat, minta saudara atau family untuk menemani ibu. Atau ibu bisa langsung datang ke LSM/ LBH terdekat atau ke PESADA. Bila ibu tidak ingin melaporkan suami ke Polisi masih ada jalan lain yaitu dengan melayangkan surat Somasi/Peringatan dari kantor kepada suami agar tidak melakukan KDRT kembali. Demikian disampaikan Ibu, semoga masukan ini bisa bermanfaat buat Ibu. (KL)

Hotline/SALURAN KHUSUS WCC Sinceritas – PESADA

Bila anda Mendengar, Melihat, Mengetahui atau Mengalami Serta membutuhkaPertolongan Dari Segala Bentuk Kekerasan Yang Dialami Perempuan dan Anak Perempuan

Hubungi kami:

Sinceritas PESADA Wilayah Medan dan sekitarnya

HP 0812 6326 6186

Sinceritas PESADA Wilayah Sidikalang dan Sekitarnya

HP 0812 6026 0910

Sinceritas PESADA Wilayah Humbang Hasundutan dan Tapteng

HP 0812 6514 7499

Sinceritas PESADA Wilayah Nias dan sekitarnya

HP 0823 6196 4110

Peringatan : NOMOR HANYA UNTUK KASUS KTP

Mohon jangan menggunakan nomor ini untuk kepentingan lain atau kasus palsu

Explore posts in the same categories: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: